Teknik Elektro Kupas Problematika Listrik di Lampung

IMG_8014
(Unila) : Banyaknya potensi tenaga penghasil listrik di Provinsi Lampung ternyata diimbangi dengan berbagai problematika yang perlu dipecahkan. Hal ini menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung (Himatro Unila). Oleh karena itu, dilakukan pembahasan melalui Seminar Kelistrikan yang dilaksanakan kemarin (19/12), di Auditorium Perpustakaan Unila.

Seminar yang dimoderatori oleh Dr.Eng. Lukmanul Hakim ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya General Manager (GM) PT PLN (persero) Lampung Ir. I Made Artha, wakil dari Dinas Pertambangan dan Energi Lampung, Ir. Santikno, M.M., dan Dosen Teknik Elektro Unila Dr.Eng. Dikpride Despa.

Data dari Dinas Pertambangan dan Energi Lampung menyebutkan bahwa daerah ini memiliki berbagai potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Sedikitnya terdapat 13  lokasi potensi tenaga panas bumi yang tersebar di Lampung Barat, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Waykanan dan Bandarlampung.

Selain panas bumi, Lampung juga memiliki potensi tenaga air. Penyebarannya berada di tiga wilayah, yakni Mesuji-Tulangbawang (8 lokasi), Seputih-Sekampung (1lokasi), dan Semangka (5 lokasi).

Tanaman di Provinsi Lampung rupanya dapat pula dijadikan sebagai penghasil tenaga listrik lewat potensi bioetanol. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah jagung (2,15 juta ton), ubi kayu (7,47 juta ton), ubi jalar (44, 2 ribu ton), dan tebu (65,7 ribu ton). Di samping itu, tanaman seperti padi, tebu, dan kelapa sawit ternyata memiliki potensi biomassa.

Potensi lainnya berupa bio gas yang dihasilkan dari kotoran sapi, kerbau, kambing/domba, unggas, dan babi. Kemudian terdapat pula potensi batubara di Lampung Tengah, Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Utara, Waykanan, Pesawaran, dan Tulang Bawang Barat.

Dari data Dinas Pertambangan dan Energi Lampung, sebagian besar panas bumi di Provinsi Lampung masuk kawasan hutan lindung sehingga kegiatan eksploitasi tidak mendapat izin dari Kementerian Kehutanan. Pengembangan energi lebih lanjut masih menunggu perubahan Undang-undang Nomor 27 tentang Panas Bumi.

Sementara itu, pengembangan energi baru terbarukan seperti bioetanol, biomassa, dan biogas justru terhalang pembiayaan yang terlalu tinggi.

Dipandang dari data PLN Wilayah Lampung, problematika kelistrikan dari internal berupa tegangan, frekuensi, dan power faktor, semantara pada eksternal berupa kontinuitas penyaluran/pemadaman.

Hal yang mendapat sorotan tajam adalah masalah pemadaman listrik yang tidak menentu di Lampung. Menanggapi hal ini, GM PLN Lampung menjelaskan, pemadaman terjadi karena dua hal, yakni pemeliharaan dan masalah teknis pada pembangkit listrik.

Pada masa pemeliharaan, PLN telah melakukan pemberitahuan lewat media cetak dan elektronik. Namun, ia mengakui bahwa hal ini belum efektif. Di tahun mendatang penyebaran informasi kepada pelanggan berupa pesan singkat. Ia juga mematok, lama pemadaman listrik akibat pemeliharaan maksimal 3 jam. Hal tersebut berbeda jika pemadaman karena kerusakan teknis pada pembangkit listrik. PLN tidak dapat mematok lamanya pemadaman.

Dr.Eng. Dikpride Despa menambahkan, permasalahan listrik tidak hanya disebabkan oleh PLN, tetapi juga dari pengguna atau pelanggan. Salah satunya pemasangan sambungan listrik yang tidak sesuai prosedur.

Ia juga mengkritisi keberadaan para inspektur ketenagalistrikan yang tidak bekerja. Padahal, mereka memiliki tugas melakukan inspeksi, pengujian, penelaahan proses dan gejala berbagai aspek ketenagalistrikan, mengembangkan metoda dan teknik inspeksi, serta melaporkan dan menyebarluaskan hasil inspeksi.

Despa mengaku, Unila khususnya Jurusan Teknik Elektro siap bersinergi, baik kepada pemerintah provinsi maupun PLN dalam menyelesaikan permasalahan kelistrikan. Hal ini sesuai dengan peran perguruan tinggi, yakni melakukan penelitian berbasis kebutuhan masyarakat dan industri.

Ia juga mengatakan, saat ini fokus penelitian kelompok keilmuan sistem energi elektrik Jurusan Teknik Elektro Unila berupa energi baru terbarukan, penyaluran energi elektrik, dan pemanfaatan energi elektrik.[] Hisna C

Check Also

Selamat Kepada Pemenang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016

Universitas Lampung sebagai tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016, mengucapkan selamat kepada Universitas …

Leave a Reply

%d bloggers like this: