Mahasiswa FT Unila Raih Juara Tiga IEEE SSCS‏

Mahasiswa FT Unila Raih Juara Tiga IEEE SSCS‏

ft2(Unila): Mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila) meraih juara tiga pada ajang IEEE SSCS Electronics Design Contest, 9 Desember lalu di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Rizki Alandani, Novytiono Wisnu Hadita, dan Muhaqiqin. Adapun kategori yang diikuti yakni sistem embedded atau sistem pengendali lampu LED berbasis Devais Android. Mereka menampilkan sistem pengaturan cahaya untuk metode tanam hidroponik menggunakan arduino dan android.

​Ketua kelompok Novytiono saat ditemui di laboratorium Jurusan Teknik Elektro FT Unila, Senin (15/12) mengatakan, capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan Unila di kancah nasional. Mereka harus bersaing dengan 34 perguruan tinggi (PT) di Indonesia untuk meraih hasil tersebut. Adapun juara pertama diraih ITB dan juara kedua diraih Unikom

Pada kompetisi tersebut Novy dan rekannya

“Kita tertarik mengangkat tanaman sebagai objek karena jika kita membudidayakan satu tanaman maka akan berinteraksi langsung dengan paparan sinar matahari. Pastinya akan banyak hama yang menyebar di tanaman tersebut, terutama melalui udara,” katanya.

Namun dengan adanya program dan alat yang sedang dikembangkan ini diharapkan penyebaran hama melalui udara tersebut tidak ada lagi.

Ia menambahkan, saat ini baru skala kecil namun ke depannya alat ini akan dikembangkan lagi dan bisa diproduksi secara missal, terutama bagi para petani.

“Sebenarnya ide ini muncul karena kita memiliki keprihatinan atas pertanian di Indonesia terutama dalam proses bercocok tanam. Saat ini lahan pertanian kita banyak dijadikan lahan industri oleh pengusaha,” pungkasnya.

Terusnya, sebagai mahasiswa memiliki keprihatinan mendalam atas fenomena ini. Maka dari itu dengan memanfaatkan teknologi ini, besar harapannya bisa dijadikan acuan untuk bisa menanam tanaman tanpa harus memiliki lahan yang luas.

Jadi hanya secukupnya saja lahan yang diperlukan namun bisa memproduksi tanaman itu secara berkelanjutan dengan jumlah yang banyak.

“Ya misalnya saja sekarang kita menanam tomat, kalau secara umumnya itu panen 1 bulan sekali, kita bisa memanen secara kontinyu dengan dukungan alat ini, bisa memanen 3 kali dalam sebulan,” paparnya.

Lanjutnya, alat yang sedang dikembangkan yakni alat yang diberi nama Hydroponic di dalam aplikasi android. “Ketika kita menghidupkan aplikasi tersebut di android secara langsung sistem ini berfungsi untuk melihat pertumbuhannya,” bebernya.

Namun saat ini sebagai contoh, dirinya bersama temannya hanya mengembangkan tiga tipe tanaman melalui prototipe.

“Ide yang muncul ini diharapkan bisa dilihat oleh stakeholder dan bisa dimanfaatkan secara massal. Saat ini alat fungsi ini hanya mampu mengatur cahaya, namun ke depannya akan dikembangkan alat sensor suhu dan kelembaban suhu,” tandasnya.[] Inay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>