Dosen Unila Buat Mesin Pengolahan Kopi Modern

mesin kopi(Unila: Provinsi Lampung adalah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia dengan rata-rata sekitar 142 ribu ton/tahun dengan luas areal sekitar 163.000 ha lebih  (Sumber Data: Statistik Perkebunan 2009–2011Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan). Perkebunan kopi Lampung  umumnya merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Barat, di mana sekitar 40 persen dari produksi kopi robusta itu dihasilkan oleh daerah ini.

Salah satu komoditas agroindustri unggulan utama Provinsi Lampung yang menjadi produk unggulan daerah adalah kopi. Telah dicanangkan oleh pemerintah daerah melalui program unggulan nasional bahwa Provinsi Lampung sebagai penghasil kopi sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhan kopi nasional dan ekspor. Produksi kopi dari daerah Lampung mencapai 142.000 ton pada tahun lalu dan ini setara dengan 62 persen dari produksi kopi nasional.

“Namun demikian, usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi Lampung manghadapi banyak tantangan,” papar dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT) Dr. Eng. Suryadiwansa Harun. Misalnya, menurut dia rantai produksi pengolahan yang panjang. Umumnya mesin pengolahan kopi  yang digunakan masih konvensional dan mutu kopi yang dihasilkan masih rendah. Selain itu, proses pengolahan kopi juga boros energi listrik dan gas, menggunakan teknologi informasi sederhana, kurang mendapat bantuan pasar dan belum siap menghadapi pasar bebas/global.

Kondisi inilah yang kemudian membuat dosen jurusan teknik mesin ini membuat sebuah inovasi pengolahan kopi yang lebih modern. Melalui program hibah kemitraan (Hi-Link) Dikti, proposalnya yang berjudul “Sistem Produksi Bersih dan Terintegrasi untuk Pengolahan Kopi Lampung dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing dan Mutu Produk” diterima. Ia bekerja sama dengan sebuah usaha rumahan pengolahan kopi di Lampung Barat.

Hasilnya, “kalau produksi kopi manual sebelumnya bisa menghabiskan waktu hingga satu bulan, dengan menggunakan sistem produksi modern ini, hanya membutuhkan waktu hingga 10 hari sampai kopi siap ekspor,” tuturnya. Sistem ini menggunakan beberapa alat yang langsung bisa mengurangi kadar air, mengeringkan, hingga memilih biji kopi sesuai kebutuhan ekspor.

Peralatannya pun sudah aman dan menggunakan konsep irit. Misalnya, pisau pemilih kopi menggunakan karet sehingga biji kopi tidak pecah, hingga untuk bahan bakar yang digunakan itu dari limbah kulit kopi, sehingga lebih irit dan efisien. “Limbahnya untuk gasifikasi dan penelitian ini sudah dilakukan selama tiga tahun,” papar Suryadiwansa.

Hasil evaluasi penerapan konsep teknologi sistem produksi kopi bersih dan terintegrasi ini memang masih perlu pembenahan. Pertama, dalam penerapan model sistem produksi kopi ini pada Industri Mitra, kebutuhan energi panas dapat disediakan dengan cukup melalui proses gasifikasi limbah kopi. Hanya saja kebutuhan energi listrik untuk menggerakkan komponen mesin sangat terbatas, yaitu hanya 900 watt, akibatnya proses pengolahan kopi belum bisa dilakukan secara simultan dan terintegrasi.

Kedua, konsep produksi kopi yang bersih dan produktif tercapai dengan indikator buah kopi yang dikupas oleh mesin pengupas meminimalkan biji kopi yang pecah. Rumah pengering matahari atap ganda berfungsi sebagai media pengering biji kopi yang bersih dan mampu menurunkan kadar air biji kopi 60 persen  menjadi 20 persen dalam waktu 9 hari (asumsi waktu pengeringan setiap hari 6 jam), hingga limbah kopi yang dibakar dalam satu reaktor mesin pengering mekanis mampu menghasilkan syngas untuk proses pengeringan 240 kg biji kopi (kadar air 20 persen menjadi 12 persen) serta proses penyangraian biji kopi 240 kg, di mana proses-proses tersebut dilakukan secara simultan dan terintegrasi dalam waktu kurang lebih 4 Jam.[] Andro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>