52.666 Peserta Daftarkan Diri di SNMPTN Unila

(Unila) : Sebanyak 52.666 peserta mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa perguruan tinggi negeri dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Lampung (Unila) tahun 2013. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari banyaknya pilihan yang dimiliki peserta.

“Angka tersebut tidak menggambarkan jumlah riil peserta sebab setiap peminat SNMPTN memunyai empat pilihan program studi (prodi) pada dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berbeda atau dua program studi jika hanya menempatkan satu PTN pilihan,” ujar Panitia lokal SNMPTN Unila Muhamad Komarudin, M.T. Rabu (13/3).

Ditambahkannya, dalam hal jumlah peminat Jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila menempati posisi pertama. Tahun ini peminat jurusan Manajemen FEB Unila mencapai 3.655 peserta, disusul Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sejumlah 3.238 peserta, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 3.070 peserta.Ia menjelaskan, proses registrasi peserta berakhir pada 8 Maret. Sempat diperpanjang hingga 11 Maret bagi sekolah untuk melengkapi data pada Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS). Meskipun jumlah pendaftar tahun ini meningkat drastis namun belum mengakomodir potensi siswa pendaftar yang ada, sebab jumlah sekolah yang berpartisipasi di Lampung baru di kisaran 30 persen.

Tahun lalu, lanjutnya, jumlah sekolah peserta hanya 208 sekolah, tahun ini meningkat menjadi 376 sekolah. Sementara untuk Lampung mencapai 975 sekolah. Itu artinya, masih banyak sekolah yang belum menjadi peserta. “Bahkan dari 376 sekolah tersebut terdapat beberapa sekolah yang tak merekomendasikan siswanya 100 persen karena kendala teknis,” urainya.

Setelah proses pendaftaran selesai maka proses selanjutnya adalah melakukan perankingan siswa berdasarkan nilai rapor dan program studi pilihan dari PTN tujuan. Perankingan akan dilakukan dua tahap yakni untuk pilihan pertama, baru kemudian dilakukan perankingan untuk pilihan kedua.

“Nama-nama yang sudah muncul di pilihan pertama otomatis tak muncul pada pilihan kedua. Setelah itu data diserahkan ke masing-masing PTN,” kata dia.

Di masing-masing PTN, tambah Komar, data akan dipilah kembali berdasarkan kebijakan masing-masing PTN. Beberapa perguruan tinggi seperti ITB menurutnya memiliki data track record alumni SMA yang berkuliah di ITB. Sekolah yang memiliki track record alumni yang baik tentu akan mendapatkan skala prioritas.

Sementara beberapa PTN lainnya memberikan bobot nilai rapor yang berbeda pada setiap sekolah. Artinya antarsekolah unggulan dan sekolah biasa, meskipun memberi nilai rapor yang sama akan memiliki bobot nilai yang berbeda.

“Contoh, nilai rapor 7 atau 8 di SMAN 2 Bandar Lampung tentu memiliki bobot nilai lebih tinggi ketimbang nilai 7, 8, atau bahkan 9 di sekolah lain. Nah, hal yang seperti ini kan yang tahu panitia lokal bukan panitia pusat. Oleh sebab itu, penentuan akhir ada di masing-masing PTN. Ada yang mengambil seluruhnya pada pilihan pertama saja. Ada juga yang memberikan persentase antara pilihan pertama dan kedua,” tandasnya.

Perguruan tinggi besar seperti Universitas Indonesia (UI) ataupun Institut Teknologi Bandung (ITB) tak perlu lagi melihat daftar pilihan karena umumnya pendaftar menempatkan mereka pada pilihan pertama. Namun hal berbeda dilakukan pada PTN kelas tengah ke bawah. Mereka cenderung masih melihat daftar pada pilihan kedua meskipun porsi pada pilihan pertama tetap lebih besar karena hal ini juga menggambarkan tingkat minat yang bersangkutan.

“Harapannya ketika diumumkan, si calon mahasiswa registrasi dan tak mengundurkan diri,” tandasnya.[] Mutiara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>